Tuesday, November 16, 2010

Tutorial photoshop CS5 -membuat seni poster vintage







Dalam tutorial ini, Anda akan menemukan beberapa teknik besar Photoshop CS5 untuk membuat sebuah poster bergaya dari awal dengan menggunakan brushes. Mari kita mulai!




Buat dokumen baru dalam Adobe Photoshop CS5 dengan ukuran 1280px oleh 1024px (mode warna RGB) dengan resolusi 72 pixel / inch. Gunakan Paint Bucket Tool (G) untuk mengisi dengan warna BE0500 # layer latar belakang baru

Cari foto yang anda inginkan, disini saya memakai foto saya waktu yang akan datang ...huhahahhaha
Hapus latar belakang bisa menggunakan Pen Tool (P), Magic Wand Tool (W), Magnetic Lasso (L) atau bahkan yang sederhana Filter> Extract dan memasukkannya pada layer baru pada dokumen utam, sehingga gambar menjadi seperti gambar seperti dibawah ini

Terapkan untuk lapisan manusia berikutnya filter: Filter> Filter Gallery> Film Grain.

nanti gambarnya berubah jadi seperti gambar dibawah ini

Gunakan CTRL + SHIFT + U dan klik pada ikon style dari bagian bawah panel Layers dan pilih Drop Shadow.


maka gabar akan menjadi seperti gambar dibawah ini

Langkah Selanjutnya kita akan men-download brushes untuk Adobe Photoshop, bernama:, c130_splatter Old_paper_brushes_by_Annette29 dan Seu_Davi. Pada layer baru kami akan memilih brush berikutnya dari set Seu_Davi, mengubah warna foreground menjadi hitam dan set Opacity ke 15% di bar Pilihan
gunakan brush ini untuk membuat pinggiran rambut menjadi hitam..

Mari kita membuat clipping mask untuk membuat isi dari layer agar brush hanya dapat dilihat dalam konten layer gambar manusia. Tekan Alt (Windows) atau Option (Mac OS) dan klik antara layer yg sudah di kasih brushes dan layer gambar manusia (pada panel Layer).



Buat layer baru dan di sini Paint Bucket Tool (G) untuk mengisinya dengan warna 3A0D05 #.


Mari kita membuat clipping mask lainya untuk membuat isi dari layer yang mengandung warna 3A0D05 # hanya dapat dilihat dalam konten dari layer manusia. Tekan Alt (Windows) atau Option (Mac OS) dan klik antara lapisan (pada panel Layer).

Mengatur mode Blending untuk lapisan ke Color.


klik Create new fill or adjustment layer dari bagian bawah panel Layers dan klik untuk Curves untuk menyesuaikan bentuk kurva seperti yang ditunjukkan untuk membuat koreksi warna sedikit






Tekan Alt (Windows) atau Option (Mac OS) dan klik antara lapisan pada panel Layer untuk membuat clipping mask



Pada layer baru selanjutnya kita akan menggunakan brushes berikutnya dari Seu_Davi set warna hitam (Opacity 20-40%).
Gunakan brushes untuk menambahkan beberapa sapuan kuas seperti yang ditunjukkan. Lapisan ini harus ditempatkan di bawah lapisan pria

Buat layer baru dan menggunakan brush yang sama untuk menambah sapuan kuas seperti yang ditunjukkan. sikat ini adalah warna hitam (Opacity% 5-10). Taruh layer bawah satu orang itu juga.

Pilih untuk layer baru berikutnya dengan menggunakan Flat Curve Thin Stiff sikat warna hitam.


Gunakan brush untuk melukis latar belakang seperti yang ditunjukkan dan tempatkan layer ini di bawah lapisan orang.
Klik ikon Tambah layer style dari bagian bawah panel Layers dan pilih Drop Shadow


Pada layer baru selanjutnya kita akan menggunakan brush berikutnya dari Old_paper_brushes_by_Annette29 set warna putih.

Gunakan brush untuk menambahkan beberapa goresan tipis seperti yang ditunjukkan dan tempat lapisan ini di bawah gambar pria itu.


Klik ikon Tambah layer style dari bagian bawah panel Layers dan pilih Inner Shadow




Buat layer baru berikutnya, pilih brush berikutnya dari Old_paper_brushes_by_Annette29 set warna hitam

Tambahkan beberapa goresan tipis seperti yang ditunjukkan dengan menggunakan brush ini. Layer tersebut akan diposisikan di bawah layer pria itu

Mengatur mode Blending untuk lapisan ini untuk Overlay.



Buat layer baru dan pilih brush berikutnya dari set c130_splatter. brush ini memiliki warna hitam.


Gunakan brush untuk menambahkan beberapa goresan tipis dengan nilai Opacity yang berbeda untuk mendapatkan efek yang sama seperti pada gambar. Tempatkan layer ini di bawah layer dengan pria di atasnya.


Buat layer baru dan menggunakan brush yang sama untuk menambahkan beberapa goresan tipis dibelakang orang dengan warna putih. Tempatkan layer ini di bawah layer pria


Buat layer baru dan pilih brush Hard Round.

Gunakan brush ini untuk tempat memasukkan beberapa warna putih.
Set Isi sampai 90% untuk layer ini dan ubah Blending mode layer ini untuk Lighter Color.

Buat layer baru dan gunakan brush Hard Round warna hitam (Opacity 80%) untuk menambahkan lagi beberapa tempat. Taruh layer bawah satu pria itu


Mengatur mode Blending untuk layer ini ke mode Substract.

Selanjutnya kita harus membuat layer baru, pilih brush berikutnya dari Seu_Davi menetapkan dan mengubah warna Foreground ke # CABCAB.

Gunakan brush untuk mengecat di sekitar wajah manusia seperti yang ditunjukkan. Tempatkan layer bawah dari satu orang itu.






Pada layer baru berikutnya kita akan menggunakan kembali Paint Bucket Tool (G) untuk mengisi layer dengan warna A57760 #. Taruh layer di atas layer pria itu.

Terapkan pada lapisan yang dibuat terakhir yang berikutnya filter: Filter> Noise> Add Noise.


Set Isi sampai 30% untuk lapisan ini dan mengubah Blending mode layer ini untuk Hard Mix


Buat layer baru dan pilih brush Hard Round untuk mewakili mata biru pria itu.



Set Isi hingga 50% untuk layer ini dan mengubah Blending mode layer ini menjadi Color.

Click Create new fill or adjustment layer dari bagian bawah panel Layers dan klik untuk Levels. Ubah masukan Grey ke 0,69 dan output Putih untuk 238.



Buat layer baru dan mengisinya dengan # DEC59D warna dengan menggunakan Paint Bucket tool (G).
Set Isi dengan 44% untuk layer ini dan mengubah Blending mode layer ini ke Multiply



Buat layer baru dan pilih Polygonal Lasso Tool (L) untuk mewakili seleksi berikutnya di sudut kanan terendah.

Pilih  Soft Round brush of the #FF7200 dan mengubah Opacity menjadi 60% pada Pilihan bar

Gunakan brush untuk melukis dalam pemilihan yang ditunjukkan.
Set Isi hingga 45% untuk layer ini dan mengubah Blending mode layer ini untuk Linear Burn. Klik ikon Tambah layer style dari bagian bawah panel Layers dan pilih Drop Shadow.


Buat lagi layer baru, pilih brush berikutnya dari Seu_Davi set warna putih (Opacity 80%)
Gunakan brush untuk menambah noda di dahi orang itu.

Mengatur mode Blending untuk lapisan ini untuk Overlay.

Klik Create new fill or adjustment layer dari bagian bawah Layers panel dan klik untuk Curves untuk menyesuaikan bentuk kurva seperti yang ditunjukkan untuk membuat koreksi warna sedikit.



Monday, September 13, 2010

Tutorial CorelDraw-Membuat Logo Windows Vista Code

 Pada tutorial kali ini kita akan belajar Coreldraw membuat logo Windows VISTA dengan Coreldraw langsung aje ikuti beberapa langkah mudah Tutorial Coreldraw dibawah ini:

Membuat logo Windows Vista dengan Coreldraw X3

1. Buka Coreldraw anda dan Pilih New atau tekan Ctrl + N dan buatlah 2 buah lingkaran



2. Buat efek sinar dengan Interactive Blendtool (lingkaran kecil ditarik ke atas) dan atur number of step pada Property bar

3. buat lingkaran kecil dengan warna putih tanpa outline , dan kasih juga efek transparansi dengan interactive Transparansi Tool




4. Sekarang membuat jendelanya, caranya: buat kotak dengan rectangle tool, dan miringkan dengan cara klik tengah pada kotak, hingga titik2 pinggir berubah menjadi seperti ini (drag dan geser ke kanan):

5. setelah itu pilih shapetool dan klik kanan pada kotak, kemudian pilih convert line to curves :

6. blok kotak kemudian pada property bar pilih convert line to curves:

7. pada garis atas drag ke atas hingga berbentuk seperti pada gambar:

8. selanjutnya buat menjadi 4 kotak, bentuk dan beri warna seperti pada gambar:

9. sekarang kita kasih efek sinar dengan cara interactive mesh fill tool, klik salah satu kotak (maka akan ada kotak2 kecil,kita hilangkan dengan cara mengklik 2x hingga tinggal seperti pada gambar):

10. lalu kita warnai deh pojok2 dalam kotak dengan cara mengklik titik di pojok (lihat gambar), begitu pula yang lainnya: ( bingung ge? bagian 9 dan 10 emang agak bingung nyampeinnya hehe�.

11. oke selanjutnya blok 4 kotak tadi dan pilih interactive drop shadow: dan pada property bar pilih small glow:

12. oke sekarang kita gabungkan deh jadi satu: hasilnya seperti ini:


Saturday, September 11, 2010

Format File pada photoshop

Adobe Photoshop mendukung plugin yang dikembangkan oleh pihak ketiga, dengan cara menginstall filter plugin. Penempatan plugin tersebut adalah pada folder Adobe/Photoshop/Plugin/Filter.... ketika menginstal plugin yang dimaksud. Ada beberapa contoh plugin yaitu: Kai Power Tools, KPT Bryce, KPT Power Goo, Alienskin Eyecandy, Andromeda, Extensis Photoframe, KPT Convolver, dan lain-lain.

Selain mendukung plugin filter, Adobe Photoshop juga mendukung pertukaran dokumen dari program lain, diantaranya: Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Macromedia Firework, Adobe PageMaker, Adobe After Effect, Corel PhotoPaint, CorelDraw, 3D Studio Max, dan lain-lain. Teknik pertukaran dokumen tersebut dengan cara menyimpan format file yang sesuai dan dapat diterima oleh program-program tersebut di atas. Berikut ini penjelasan beberapa format file untuk menyimpan dokumen pada Photoshop.


PSD (Photoshop Document) Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

BMP (Bitmap Image) Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.

EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.

 JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group) Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.

TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga
mampu membaca format file TIF.

PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color 

PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode
warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.

PNG (Portable Network Graphic)
 Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel. PIC (Pict) Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.

TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.
IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.

SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1
alpha channel.

RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.

DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.


FORMAT KOMPRESI
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan
kompresi.

Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masingmasing.

RLE (Run Length Encoding)
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.

LZW (Lemple-Zif-Welf)
Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang
mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.


JPG (Joint Photographic Experts Group)
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi
ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.


CCIT
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee. Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.

CATATAN
Ketika menyimpan dokumen pada format file yang tidak dapat menyimpan informasi layer, maka Anda harus mengubah gambar tersebut menjadi flaten image terlebih dulu.
Format file yang dapat menyimpan mode warna Duotone hanyalah EPS, RAW, dan PSD. Oleh
karena itu, ketika ingin menyimpan dalam format lain maka Anda harus mengubah mode warnanya terlebih dulu, menjadi RGB bila dokumen tidak ingin dicetak, karena informasi Duotone-nya akan diuraikan menjadi RGB.
Format file yan dapat menyimpan mode warna Lab Color hanyalah PSD, RAW, TIF, PDF, dan EPS. Format file yang dapat menyimpan mode warna CMYK hanyalah PSD, RAW, EPS, TIF, JPG, PDF, dam SCT.
Mode warna Indexed Color dapat menyimpan beberapa format file sesuai seting indexed colornya.
Mode warna RGB dapatdisimpan pada semua format file yang ada di Adobe Photoshop.
Format yang direkomendasikan oleh para desainer profesional adalah

  • PSD = untuk dokumen yang masih ingin diedit kembali
    EPS = untuk dokumen yang sudah final untuk persiapan cetak
  • JPG = untuk cetak dengan kompresi di atas 8 bit dan untuk foto dalam web dengan kompresi di bawah 5.
  • GIF = untuk ilustrasi dan animasi pada halaman web.
  • TIF = untuk cetak, pertukaran dokumen antar platform serta sequence animasi